Setinggi tingginya batangku, namun
pucuk ku tetap runduk kebawah, melihat bumi tempat aku tumbuh.
Aku berpesan pada rebung yang masih
kecil, kalau kalian besar nanti jangan lupakan jasa tanah. Kau harus
tahu membalas budi.
Tatkala angin bertiup kencang, batangku
terus meliuk mengikuti irama angin. Sepintas orang melihatku seperti
mau tumbang, tapi jangankan untuk tumbang, retakpun aku tidak.

